Sejarah Berdirinya Masjid Agung Ar- Rahman Pandeglang

Masjid Agung Ar- Rahman terletak di Jalan. Masjid Agung Nomor. 2 Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Tepatnya terletak di sebelah barat alun- alun Pandeglang, di balik perkantoran pemerintah. Pasti saja jadi tempat lumayan strategis bagaikan tempat ibadah.

Masjid Agung Ar- Rahman berdiri semenjak tahun 1870 atas Tanah wakaf dari Rd. Adipati Arya Natadiningrat ataupun Rd. Alya ataupun Dalem Ciekek.

Arsitektur

Masjid Agung Ar- Rahman yang ialah perpaduan style Hindu Jawa, Tiongkok serta Eropa, dengan luas tanah 2. 280 m2 serta luas bangunan 2. 182 m2.

Sejarah Berdirinya Masjid Agung Ar- Rahman Pandeglang

Masjid Agung Pandeglang yang bernama Ar- Rahman ini memanglah tidak seramai masjid Banten Lama dalam tiap harinya. Tetapi penjaannya lebih terpelihara sehingga masjid bercat corak krem ini senantiasa nampak indah, bersih, serta apik. Pandeglang yang pula diketahui bagaikan kota yang sejuk, kamu hendak merasa lebih sejuk lagi terletak di adalam masjid agung dengan airnya yang bersumber dari mata air gunung Karang.

Masjid ini ialah masjid yang lumayan unik dengan desain Bangunannya yang langsung menghadap ke Gunung Karang serta mempunyai 3 pintu. 2 pintu samping( kiri- kanan) serta satu pintu masuk bagian depan. Di atap masjid ada kubah yang dibuat dari kayu, serta tiang- tiang masjid masih nampak kuat, tercantum umpak ataupun pondasi dasar masjid pula dibuat dari kayu.

Tidak hanya itu, nampak bagian depan masjid tempat imam masih nampak utuh, tercantum barang kuno semacam bedug serta tongtong di luar masjid masih nampak bagus.

Bagi cerita masyarakat, keanehan masjid itu timbul dikala masyarakat hendak merehab bagian tiangnya. Sehabis tiang masjid ditukar dengan kayu baru, entah terdapat kekuatan gaib apa, seketika pagi harinya tiang kayu tersebut kembali ke semula( ke bangunan aslinya). Dari dini seperti itu, masyarakat kesimpulannya melestarikan masjid itu serta berikan nama bagaikan masjid kuno.

sumber mata air yang mengalir

Sebab masjid itu dijadikan tempat ibadah masyarakat, bagian depan masjid juga ditambah bangunan permanen oleh masyarakat tanpa mengganti bangunan aslinya. Lurah Pagerbatu, Agus Koplong kepada warga, berkata, masjid ini diperkirakan berumur ratusan tahun. Sebab saat ini di taman masjid telah dipasang pelang cagar budaya oleh pemerintah. Baginya, masyarakat situ melaporkan masjid ini tercantum masjid ke 4 di Banten, sebab tidak hanya posisinya di kaki gunung, pula bangunannya masih utuh dari kayu.

Sedangkan di samping kanan masjid ada sumber mata air yang mengalir tiada habisnya. Tidak tidak sering, masyarakat luar Pandeglang tiap minggu senantiasa terdapat yang tiba ke posisi ini cuma mau mengenali keberadaan masjid kuno. Sesekali wisatawan menyempatkan waktu Salat Zuhur serta Ashar di masjid tersebut.“ Ya, banyak wisatawan ke masjid ini serta tidak sedikit wisatawan kembali sembari bawa air dari sumur dekat masjid yang jernih serta dingin,” tuturnya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>