Kunci Sukses Susunan Kepengurusan Organisasi Masjid

Pengerjaan serta implikasi susunan kepengurusan masjid itu pada gilirannya cuma dapat berjalan efisien jika diisi oleh beberapa orang yang pas, yakni yang mempunyai komitmendan tanggungjawab tinggi, pahami bagaimana jalankan roda kepengurusan, mempunyai waktu, tenaga serta pemikiran dan perhatian yang ideal, serta solid keduanya.

Penyeleksian pengurus takmir masjid

Penyeleksian pengurus takmir masjid lewat penyelenggaraan musyawarah jama’ah.

Sebelum penyeleksian ada banyak hal penting yang perlu dikerjakan yakni laporan pertanggungjawaban kepengurusan takmir masjid pada era sebelumnya. Laporan itu mencakup :

  • Program kerja : program-program yang diatur serta diadakan berdasar kemauan serta keperluan jama’ah serta sesuai dengan kondisi dan situasi waktu itu.
  • Susunan organisasi : diatur serta dibikin berdasar kedudukan, pekerjaan serta keharusan sesuai dasar kepengurusan.
  • Sesudah laporan pertanggungjawaban kepengurusan awalnya usai dibuat baru diadakan penyeleksian pengurus takmir masjid. Yang pertama di pilih ialah dewan penasehat baru selanjutnya ketua, wakil ketua, sekertaris, bendahara, baru kemudiaan diiringi bagian-bagian atau seksi-divisi yang lain.

Yang akan datang, jika dibutuhkan, tidak tutup peluang bisa dilaksanakan perbaikan organisasi serta pengaturan personil, atau yang semakin diketahui dengan panggilan program penguatan kelembagaan. Maksudnya menguatkan kemampuan pengurus masjid (DKM) hingga dapat melakukan pekerjaan pengendalian masjid lebih baik. Program disebut pastikan ada transparan dan kekuatan manajemen serta personil.

Persyaratan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid

Spesial buat yang diambil untuk pimpinan dalam masjid, sebaiknya mempunyai minimal tiga persyaratan:

1. Watak yang saleh serta keteladanan, mengingat masjid salah satunya peranan masjid sebagai pembinaan umat ke arah kesalehan jamaahnya.

2. Wacana keislaman serta kemasyarakatan yang luas. Maksudnya, supaya pekerjaan masjid bisa ke arah pada program serta berhubungan mengarah yang betul serta bisa berhubungan dengan warga di seputar masjid, yang disebut jamaah masjid yang diperintahnya.

3. Kekuatan kepemimpinan, organisasi, serta manajerial yang baik hingga kepengurusan masjid bisa berjalan baik dan berprestasi kerja membuat satu masjid yang makmur serta warga yang saleh.

Kecuali keteladanan, pimpinan dalam masjid seyogyanya juga mempunyai karakter inspiratif hingga bisa memberi dorongan serta semangat kerja dan dedikasi beberapa anggota pengurus yang diperintahnya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>